Saturday, August 18, 2018

AutoTrendLine AutoFibo and Multi Timeframe Indicator Forex

Trend SupDem Indicator

4 in 1 Indicator terdiri :
1. Supdem : Membantu menentukan Area Supply dan Deman / Area reversal atau retest

2. Trend Harga : membantu melihat arah garis trend masih akan naik atau turun

3. Level Fibonacci dan Zigzag Hig Low hari kemarin

4. Multi Indicator Multi Time frame


Download : klik disini

LIhat preview video klik disini  


Friday, August 17, 2018

News Shoter EA - Virtual Pending Order

Trading cukup 1-3menit saja !!!!

EA ini di design menggunakan virtual PO Stop berupa line atas dan line bawah sebagai trigger order

Modifikasi trigger dalam hitungan detik, ini sebagai fungsi menangkap Spike atau candle yang bergerak sangat cepat
Logikanya: seperti pembalap GP di track lurus, tancap gas kecepatan penuh

Kelebihan lain menggunakan virtual PO, dapat modif posisi dalam detik, sehingga tidak akan memperberat server broker

Trading khusus news lebih baik menggunakan equity sebagai Stoploss, target minimal profit up 100%-1000% menggunakan full lot, dengan resiko 100% equity

kalkulasi Management Money anda jika modal yang anda sediakan adalah $100, gunakan 10% saja yaitu $10, karena resiko loss total atau MC, trading 10% modal artinya tersedia 10x tembakan

Rekomendasi 1 menit sebelum News:
- NFP
- FOMC
- Consumer Price Index (CPI) q/q
- Gross Domestic Product (GDP) q/q
- Boc rate statement

Download >>> Demo Trial

>>> Lihat Video

Goodluck
Vendokho



Thursday, August 16, 2018

Indicator News Filter - disable/Enable Autotrade buttom

Indicator ini akan menonaktifkan tombol Autotrdae atau EA lainnya yang di gunakan untuk open trade dengan cara click “Auto Trading” menjadi Off
Dengan demikian EA ini berfungsi untuk membantu EA lain yang tidak terdapat fitur Filter NEWS

Contoh: Anda memiliki EA averaging Martingale
EA averaging martingale Anda sudah membuka sebanyak 8 level atau 8 posisi dengan Lot ganda
Pada saat terjadi news EA ini akan menonaktifkan AutoTrading MT4 sementara sesuai durasi yang di inginkan
Setelah News berselang maka Semua fungsi EA akan di aktifkan kembali oleh EA Filter news ini dan kembali melanjutkan averagingnya.

Parameter :
- Menit sebelum News
- Menit sesudah News
- Opsi pilih News High, Medium, Low dan Speak 
- Opsi pilih Mata Uang / Currency
- Opsi pilih news spesifik, misal NFP, FOMC, dengan menggunakan search key

Lihat pemakaian : Video Aplikasi 

Download : Demo Trial





Friday, August 10, 2018

Binary Tick Bot

Heboh Robot trading option, profit bisa 100%-1000%

Namanya : Binary Tick Bot

Link download  >> BinaryTickBot

Fitur Trading
- Rise Fall
- Barier Higher / Lower
- Durasi Menit
- Filter Timestart n TimeStop
- Market Forex
- Tombol Buy+Sell (Special fitur)

Market : Pilih pair mana anda hendak trade

Ada 3 Tab display
1. Portofolio : ini untuk melihat hasil trade anda

2. Setting Bot :
- Durasi : pilihan tick

- Trade : Manual / Auto
> Manual = order menggunakan tombol Buy / Sell
> Auto = auto order menggunakan Signal
- Stake : satuan order

- Takeprofit : Target stop bot jika tercapai profit sekian

- Martil : Searah / Switch
> Signal Searah = manual order / tunggu signal berikutnya akan order searah yg sama jika loss
> Signal Switch = manual order / tunggu signal berikutnya akan order berlawanan arah loss sebelumnya
> Direct Searah = langsung auto op searah loss sebelumnya
> Direct Switch = langsung auto op lasan arah loss sebelumnya

- Multiplier : order berikutnya jika loss akan di multi sekian

- Max SL Multiplier : Maximal auto stop order jika loss sekian

- After Max SL Multiolier : Stop / Restart
> Stop = auto op berikutnya kembali ke Stake awal setelah order sebelumnya loss
> Restart = auto op berikutnya Stake x multiplier

3. Chart : untuk melihat running
- Tombol Save : untuk menyimpan setting anda
- Tombol Load : untuk memanggil setting anda

Info lengkap cara instal dan pemakaian baca di Page




Wednesday, July 18, 2018

Price Action & Candle Pattern

Belajar price pattern - pattern yang artinya pola, jadi price pattern artinya lebih kurang adalah pola yang muncul dari pergerakan harga. Dari salah satu prinsip dasar analisis tenikal yang berbunyi “history repeats itself (sejarah selalu berulang). Dan ternyata dari masa ke masa para trader kini sudah menyadari bahwa pergerakan harga membentuk pola-pola yang cenderung berulang-ulang. Berdasarkan dari pengalaman sejarah, maka itulah para trader dikemudian waktu dapat memperkirakan pergerakan harga selanjutnya ketika sebuah pola tersebut muncul.

Pada umumnya ada dua jenis pattern antara lain adalah reversal pattern dan continuation pattern.

Reversal pattern merupakan pola yang mengisyaratkan akan adanya “pembalikan” arah tren. Jika ketika downtrend atau uptrend pola tersebut muncul. Maka di perkirakan harga akan bergerak berlawanan dengan arah tren yang sebelumnya.

Continuation pattern merupakan pola yang memberikan suatu indikasi bahwa harga akan cenderung meneruskan pergerakan tersebut sesuai dengan tren sebelumnya. Contohnya, jika pola ini muncul ketika downtrend, maka harga itu cenderung akan turun meneruskan downtrend tersebut. Dan sedangkan jika pola ini muncul ketika uptrend, maka setelah pola tersebut terkonfirmasi, maka harga tersebut cenderung akan bergerak naik meneruskan uprend tersebut

Pembahasan mengenai reversal pattern.

Reversal pattern
A. Double Top dan Double Bottom

Anda akan memahami kata seperti “top” sebagai “puncak” dan untuk “bottom” sebagai “lembah”. Maka demikan, “double bottom” artinya adalah “dua lembah” dan sedangkan “double top” artinya adalah “dua puncak”.



Pada pola double bottom dan double top memang terlihat seperti dua lembah dan dua puncak yang berdampingan. Kedua pola tersebut cukup mudah untuk dikenali dan juga mempunyai akurasi yang cukup tinggi.

Gambar diatas merupakan suatu contoh dari pola double top. Pada pola tersebut biasanya muncul di ujung uptrend dan mempunyai indikasi bearish. Perhatikan gambar diatas bahwa anda enam titik yang di tandai pada gambar itu. Anda dapat mengatakan bahwa ada potensi yang akan terbentuk pola double top, jika harga telah bergerak turun dari titik (3), Ingat itu baru potensi saja. ketika pada titik (4) tembus, barulah anda dapat mengatakan bahwa pola tersebut double top yang sudah terbentuk, dengan kata lain “terkonfirmasi”. Dan perhatikan juga bahwa konfirmasi double top tersebut sebenarnya adalah tembusan garis “base”.

Jika pola itu sudah terkonfirmasi, maka pergerakan harga selanjutnya adalah potensi bearish. Gambar panah diatas tersebut, menunjukan bahwa jauhnya potensi bearish yang mungkin dapat terjadi. Jarak yang mungkin akan ditempuh dalam pergerakan harga adalah sejauh level puncak ke base. Maka jika misalnya jarak antara level puncak ke base adalah 100 pips, maka harga tersebut akan berpotensi turun 100 pips setelah base ditembusnya.

Akan tetapi ada kalanya jika pullback akan terjadi kembali ke area base sebelum target pergerakan bearish tercapai. Dan biasanya pullback tersebut berpotensi akan terjadi, pada saat harga sudah “setengah jalan” menuju target. Maka jika seandainya target tersebut pergerakan adalah 100 pips, maka biasanya pullback akan berpotensi terjadi pada saat harga sudah turun sekitar 50 sampai 60 pips setelah base tembus. Namun juka pullback yang terjadi adalah kelebihan hingga tembus lagi keatas base, maka pola tersebut dikatakan sudah tidak valid lagi atau gagal.


Double bottom secara sederhana adalah kebalikan dari double top. Pola tersebut bisa muncul di ujung downtrend dan mempunyai indikasi bullish. Pada saat base tersebut tembus dan pola ini terkonfirmasi. Maka harga tersebut berpotensi bullish. Cara untuk memperkirakan target pergerakan bullish adalah sama persis dengan double top tadi. Hanya saja arahnya keatas. Double bottom di katakan fail jika pullback yang terjadi berlanjut sampai tembus kembali ke bawah base.

B. Triple top dan triple bottom

Kedua pola ini sebetulnya tidak jauh berbeda dengan double top dan double bottom. Akan tetapi , triple top mempunyai tiga puncak dan triple bottom juga mempunyai tiga lembah. Cara untuk mengenali konfirmasi dari pola ini sama. Yaitu tembusnya garis base. Demikian juga dengan cara untuk memperkirakan target pergerakan setelah pola itu terkonfirmasi.

Berikut ini adalah contoh dari triple top dan triple bottom


Dari kedua contoh gambar diatas terlihat bahwa ada kemungkinan pullback dapat terjadi ke base dari titik (7). Akan tetapi perlu diingat, bahwa pullback semacam ini (meskipun cukup sering) tidak selalu terjadi. Selalu, jika base tembus lagi ketika pullback.

Catatat : ketigah titik puncak atau lembah tidak harus berada pada level yang sama persis. Tetapi perbedaan tersebut juga tidak boleh terlalu signifikan. Dengan kata lain, jika dilihat sekilas saja, ketiga titik lembah tersebut terlihat selevel. Demikian juga, pada pola double bottom dan double top. Level lembah dan puncaknya tidak harus sama persis.

C. Head and shoulders and inverse head and shoulders

Pola ini juga merupakan pola “reversal” termasuk cukup populer, karena akurasinya yang cukup tinggi. Dinamakanya dengan head and shoulders, di karenakan memang bentuk polanya seolah-olah membentuk kepada dan bahu. Namun terkadang juga pola tersebut juga sering di salah persepsikan sebagai triple bottom atau triple top. Namun ada cara atau faktor kunci yang dapat membedakan pola ini dengan triple bottom atau triple top.

Mari kita lihat dan perhatikan pola dasar head and shoulders gambar dibawah ini.



Jika anda perhatikan dengan teliti, terlihat bahwa titik (3) pola tersebut lebih tinggi dari pada titik (1) dan titik (5). Pada pola triple top. Ketiga titik ini cenderung selevel. Dan titik puncak yang lebih tinggi itu yang menjadi head-nya. Dan sementara untuk shoulders-nya berada pada titik (1) dan titik (5).

Pola head and shoulders tersebut menjadi pola reversal bearish jika muncul do ujung sebuah uptrend. Untuk konfirmasinya adalah pada saat garik nickline sudah tembus  titik ke 6. Jika pola tersebut sudah terkonfirmasi. Maka harga akan cenderung bergerak turun sejauh jarak dari puncak head ke neckline. Pada gambar diatas itu, direpresentasikan dengan panah berwarna merah.

Pullback juga sering (ingat : tidak selalu) terjadi kembali ke area nickline sebelum harga kembali bergerak turun, untuk mencapai target pergerakan harga. Pola ini jika dikatakan (fail) jika pullback terjadi hingga tembus ke atas neckline.

Kebalikan dari pola head and shoulders adalah pila inverse head and shoulders. Pola tersebut merupakan pola reversal bullish yang biasanya muncul di ujung sebuah downtend. Untuk konfirmasinya adalah sama persis dengan head and shouders. Jika pola tersebut sudah terkonfirmasi, maka harga akan cenderung bergerak naik sejauh jarak dari puncak head ke neckline.

Berikut ini merupakan contoh gambar yang akan membantu untuk memperjelas pola inverse head and shoulders






Continuation Pattern
A. Triangles

Dari namanya, mungkin anda sudah bisa menebak atau mengira-ngira bentuk pola tersebut. pola ini mempunyai bentuk yang mirip dengan segitiga. Pola tersebut terjadi karena pasar yang bergerak sideways dan pertarungan antara bearish dan bullish seimbang. Sehingga akhirnya grafik pergerakan harga membentuk menjadi mirip seperti segitiga.

Berikut ini adalah jenis-jenis triangles : 
- Symmetrical triangle. 
- Ascending triangle. 
- Descending triangle. 
Kita akan membahas satu persatu.




Symmetrical triangle
Symmetrical triangle adalah pola triangle yang mempunyai garis resistance (upper line) dan support(lower line) yang konvergen (kemiringan yang berlawanan menuju pada satu titik). Supaya lebih mudah dipahami, mari kita lihat gambar dibawah ini.


Dari contoh gambar diatas anda dapat melihat bahwa pola tersebut terbentuk pada saat pasar sedang bergerak sidewasy setelah mengalami “rally” bullish. Istilahnya adalah “ berkonsolidasi”. Contoh gambar diatas telah menunjukan symmetrical triangle yang terbentuk pada saat uptrend.

Sebuah symmetrical triangle paling tidak harus mempunyai empat reversal point (titik pembalikan). Yang terdiri dari dua titik lembah dan titik puncak. Pada gambar diatas telah menunjukan sebuah symmetrical triangle yang mempunyai enam reversal point antara lain 1, 2, 3, 4, 5, dan 6. Konfirmasi dari pola tersebut adalah tembusnya upper line (garis bagian atas). Pada saat pola tersebut sudah terkonfirmasi. Maka, pergerakan selanjutnya adalah naik (Up). Cara untuk memperkirakan targetnya adalah dengan cara berpatokan pada base line dari symmetrical triangle itu. Yaitu jarak dari A ke titik (1). Maka, jika misalnya base line itu sepanjang 100 pips, maka pergerakan selanjutnya pun di perkirakan akan sejauh 100 pips juga.
Ada cara lain lagi untuk memperkirakan target pergerakan adalah dengan cara menarik garis yang sejajar dengan lower line, yang dimana garis itu dimulai dari titik (1). Sebagaimana dengan pola yang lain, pullback kemungkinan dapat saja akan terjadi. Pada contoh gambar diatas terlihat pullback yang terjadi dari titik (7) dan kembali ke titik (8) yang berada pada area upper line.
Jika anda perhatikan lagi dengan seksama, garis lower line dan upper line bertemu di satu titikk. Titik itu kita sebut saja sebagai apex. Anda hanya perlu untuk memperhatikan apex tersebut, karena tembusnya upper line yang merupakan konfirmasi dari pola symmentrical triangle tidak boleh terlalu dekat dengan apex.
Sebagai aturan umum, harga tersebut harus sudah menembus upper line dapat jarak kira-kira 2/3 hingga 3/4 dari panjang pola tersebut. panjang pola yang dimaksud tersebut adalah jarak dari baseline ke aspex. Jadi, jika penembusan terjadi kurang dari 2/3 atau lebih dari 3/4 panjang pola. Itu kemungkinan besar tidak valid.
Selain terjadi pada saat uptrend, symmetrical triangle juga dapat tejadi pada saat downtrend. Sebenarnya itu sama saja, hanya saja dalam posisinya berada dibawah. Jika pada contoh gambar diatas anda menantikan tembusnya upper line sebagai konfirmasi dan harga tersebut akan cenderung bergerak naik. Maka, jika pola tersebut terjadi pada saat downtrend, anda akan menantikan tembusnya lower line dan harga tersebut akan cenderung bergerak turun. Hanya itu saja perbedaannya.

Ascending triangle
Pada dasarnya, ascending triangle tidak jauh berbeda dengan symmetrical triangle dari sisi menganalisisnya. Perbedaan tersebut hanya pada bentuknya.
Ascending triangle adalah continuation pattern yang biasanya muncul ketika uptend. Kemunculan pola tersebut merupakan suatu tanda bahwa tekanan bullish semakin melebihi tekanan bearish secara bertahap.
Seperti halnya dengan symmetrical triangle. Pola ascending triangle juga minimal harus mempunyai empat reversal point. Gambar diatas telah memperlihatkan ascending triangle yang memiliki enam reversal point. Konfirmasi dari pola ini adalah tembusnya upper line yang kemudian berpotensi untuk di ikuti dari pergerakan bullish. Cara untuk memperkirakan target pergerakan adalah harga juga mirip dengan symmetrical triangle. Hanya saja base line itu bukan berpatokan pada titik (7). Melaikan berpatokan pada titik (2)

Meskipun pada dasarnya ascending triangle merupakan continuation pattern. Akan tetapi dia juga bisa menjadi reversal pattern, jika terjadi pada saat downtrend. Pada keadaan tersebut, tembusnya upper line adalah konfirmasi bahwa ascending triangle merupakan pola reversal. Perhatikan gambar dibawah ini.






Descending triangle

Tadi kita sudah membahas symmetrical triangle dan ascending triangle. Sepertinya anda sudah tidak kesulitan lagi untuk memahami jenis triangle yang ketiga ini, yaitu descending triangle.

Cara sederhananya, Descending triangle merupakan kebalikan dari ascending triangle. Dengan demikian, jika ascending triangle adalah pola bullish, maka descending triangle adalah pola bearish. Descending triangle adalah continuation pattern yang muncul ketika downtrend.



Descending triangle juga dapat berubah menjadi pola reversal, jika muncul ketika uptrend. Namanya mengalami modifikasi menjadi descending triangle top. Maka ceritanya akan seperti gambar berikut ini.


Sampai disini, dari modul di atas diharapkan bisa di paham Bentuk Price Action dan Bentuk Candle untuk menentukan Kelanjutan dan Pembalikan harga

Semoga bermanfaat



Friday, March 23, 2018

Free EA-1

EA Forex gratis

Silahkan di explore dan di modifikasi

DOWNLOAD HERE

VM (Visual Martingale EA)

Nama Saya : VM (Visual Martingale EA)
Strategy ini sangat bagus karena menjadikan Level Line sebagai acuan titik reversal
EA ini di rancang Order awal menggunakan Visual/Line semu
setelah di Level line yang di tentukan maka Order real baru muncul, sehingga di dapat level harga reversal
Parameter
MagicNumber = kode EA
Lot_Visual = Order Lot Visual
LineBuy = Warna Line Buy
LineSell = Warna Line Sell
OpenReal_AtLevel= Level mulai Order real
Lot_Real = Order Lot real
Multiplier = Pengali open lot berikutnya
MartiMode =
- MartiGrid : jarak open level baru sama per PipStep
- MartiNewCandle : jarak open level baru setelah candle baru dan lebih dari PipStep
PipStep = Jarak open level baru
TPMode =
- BEP_Profit : Takeprofit hitung dalam BEP+Profit in Pip
- TP_LastOrder : Takeprofit hitung pip dari Order terakhir
TakeProfit = Takeprofit
StopLoss = Stoploss
AtlevelNewTakeprofit = Level modif TP baru
NewTakeProfit = Modif Takeprofit BEP menjadi TP baru
LevelBEP_Money = Di level ini aktif Close all by Takemoney
TakeMoney = Target Close all in money
Download EA : http://bit.ly/2FTGORG
Video Tutorial : https://youtu.be/yqRwHHEuUFM